Senin, 28 Maret 2016

Pemerdayaan Wisata Danau dendam tak sudah


Menurut berita yang diterbitkan oleh berita online bahwa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia mencapai 6,3 juta jiwa. Angka ini melebihi target yang di patok untuk kunjungan wisatawan mancanegara bulan Agustus 2015 yang hanya 6,15 juta jiwa. Melihat kondisi ini, target 10 juta wisatawan mancanegara tahun ini dan 12 juta wisatawan mancanegara tahun depan di proyeksi akan tercapai ditambah lagi kebijakan bebas visa yang akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara sebesar 1 juta per tahun yang terjadi mulai dari tahun 2016. Dengan penambahan 1 juta wisatawan mancanegara per tahun makan di pryeksi akan ada penambahan devisa sekitar USD 1 Milyar. Dengan data tersebut dapat kita simpulkan bahwa sektor pariwisata telah lama memainkan peran penting dalam menopang sektor perekonomian di Indonesia maupun negera berkembang lainnya dan bahkan di negara maju di seluruh belahan dunia. Sektor pariwisata memberikan sumbangsih dalam bentuk penerimaan devisa, penciptaan lapangan pekerjaan, membuka kesempatan berusaha bagi masyarakat, atau bahkan menciptakan perputaran mata uang asing untuk masuk ke Indonesia. Apalagi Sektor pariwisata mendapatkan kucuran dana yang selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 saja , pariwisata mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 2,472 triliun. Sedangkan tahun ini, pemerintah sudah menyiapkan dana hampir dua kali lipatnya, yakni Rp 5,643 triliun yang diharapkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh sebab itu, beberapa pakar perekonomian bahkan menyatakan bahwa sektor pariwisata turut memberikan kontribusi ekspor di dalam perekonomian suatu negara. Meskipun sektor pariwisata sebagai komoditi ekspor tidak dapat dilihat secara nyata, namun peran serta sektor ini dalam perekonomian semakin dipandang penting dan tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai benefit yang ditawarkan dari sektor pariwisata menekankan pentingnya pengembangan pariwisata secara terencana, berkelanjutan, dan sinergis. Hal ini sangat penting karena kemajuan suatu daerah atau negara juga tidak terlepas dari peran serta sektor pariwisatanya.

Provinsi Bengkulu memiliki banyak destinasi tujuan wisata strategis yang apabila dikelola dengan baik dapat menjadi sumber potensial penerimaan devisa daerah maupun perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakatnya. Objek wisata yang terdapat di Provinsi Bengkulu sangat beragam, mulai dari wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata agro, hiburan, kesenian, kesehatan, dan lain sebagainya. Potensi yang dimiliki dari sektor pariwisata ini tersebar di sembilan kabupaten dan 1 satu kota di Provinsi Bengkulu, yaitu Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu Tengah, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Seluma, Kabupaten Kaur, Kabupaten Muko-muko, dan Kota Bengkulu. Dari beberapa tempat objek wisata yang berada di Provinsi Bengkulu, ada satu danau  yang berada di kota bengkulu untuk dibahas, yaitu danau dendam tak sudah. Danau dengan luas keseluruhan 557 dan luas permukaan 67 hektare ini berlokasi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu berada di pinggir jalan lintas  Curup dan Sumatera Selatan yang sibuk. Secara geografis danau dendam tak sudah memiliki kontur rawa yang di kelilingi bukit kecil dan hamparan sawah yang luas.

Danau dendam tak sudah menjadi tempat melihat matahari terbit terbaik di kota Bengkulu dengan suasana yang sejuk melalui pantulan sinar matahari di air danau serta dengan banyaknya flora andemik seperti anggrek pensil, anggrek matahari, dan bunga bakung serta fauna seperti lutung, dan kera ekor panjang. Danau dendam tak sudah sekarang pemanfaatannya oleh masyarakat masih sangat kurang maksimal, masyarakat hanya menggunakan airnya untuk mengari sawah di dekatnya, tempat memancing, dan untuk duduk tapi sebenarnya pemanfaatan danau dendam bisa lebih dari itu contohnya saja dengan  luas keseluruhan 557 hektare pemerintah beserta investor bisa membuat restaurant, wisata air, dan villa yang membuat wisatawan domestik maupun mancanegara menjadikan Bengkulu sebagai destinasi wisata selanjutnya.  Sebuah karunia yang telah diberikan untuk Bengkulu patutkah hanya ditelantarkan?

Fasilitas dan infrastruktur di wilayah ini masih jauh dari kata maju. Infrastruktur jalan yang kurang baik, jalan berlubang  dan lebar jalan yang tidak lebih dari 20 Meter dengan sering lalu lalangnya kendaraan besar. Setiap pagi pada hari kerja, jalan di danau dendam tak sudah macet, ditambah lagi dengan Kurangnya penerangan jalan membuat jalan di dekat danau sepi akan pengunjung di malam hari, sehingga kerap terjadi tindak kejahatan. Pemerintah nampaknya kurang serius untuk mencoba  mengenali dan menggali potensi-potensi yang ada di Bengkulu terutama danau dendam tak sudah. Lingkungan danau dendam tak sudah sekarang telah tercemar dengan banyaknya masyarakat yang tidak bertanggunga jawab dengan membuang sampah sembarangan bahkan pedagang sekitar danau juga kerap terlihat membuang sampah kelapa dan jagung sembarangan. Kondisi infrastruktur yang baik merupakan sebuah kunci dari kemajuan pariwisata disuatu tempat. Selain infrastrukur, hal lain yang menunjang tumbuhnya pariwisata adalah resort atau tempat penginapan di daerah danau dendam tak sudah. Dengan lingkungan sekitar yang masih asri dan jalan yang sering digunakan sebagai jalan lintas, daerah danau sangat strategis untuk dibuatnya penginapan senyaman  mungkin agar para wisata atau pun masyrakat yang  hanya sekedar mampir untuk beristirahat betah untuk berlama-lama tinggal karena lama tinggal dari wisatawan menentukan besarnya biaya hidup yang digunakan untuk berwisata ditempat tersebut. Tidak dapat dipungkiri memang pariwisata memang telah menjadi industri yang telah mendunia. Bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tugas semua masyarakat Bengkulu untuk sama-sama untuk melestarikan dan menciptakan objek wisata tersebut menjadi wisata yang menjadi kebanggaan Indonesia terutama masyarakat Bengkulu. Kondisi Secara tidak langsung dengan menjaga kelestarian dan menigkatkan wisata Bengkulu, sektor ekonomi  masyarakat Bengkulu dapat meningkat.

Dalam usaha mengembangkan sektor pariwisata Danau dendam tak sudah juga sangat diperlukan program yang terarah dan tepat dalam rangka meningkatkan jumlah kedatangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut dapat dilakukan dengan meningkatkan kegiatan pemasaran dan perbaikan dari berbagai fasilitas yang diperlukan wisatawan seperti pelayanan imigrasi, fasilitas angkutan, perbankan, akomodasi, restoran, biro perjalanan, dan sebagainya. Namun demikian, dalam rangka menerapkan kegiatan pemasaran yang tepat dan terpadu maka diperlukan perencanaan yang sesuai berdasarkan informasi kuantitatif maupun kualitatif tentang wisatawan pada masa-masa sebelumnya. Tanpa dukungan tersedianya data pada masa lalu akan menyulitkan dalam membuat rencana yang tepat dan terarah.

Sebagai penutup saya berharap dengan melihat potensi yang dimiliki Provinsi Bengkulu tersebut, dapat meningkatkan  keoptimisan bagi kita semua untuk bisa meningkatkan eksistensi Provinsi Bengkulu melalui potensi yang dimiliki dan tentu saja hal ini membutuhkan kerja sama dan dukungan yang kuat dari semua elemen di Provinsi Bengkulu, bukan  hanya pemerintah melainkan  masyarakat, pelaku usaha, serta semua generasi muda dapat mengambil peran masing-masing dalam memajukan pariwisata yang berada di Provinsi Bengkulu.