Menurut
berita yang diterbitkan oleh berita online bahwa wisatawan mancanegara yang
berkunjung ke Indonesia mencapai 6,3 juta jiwa. Angka ini melebihi target yang
di patok untuk kunjungan wisatawan mancanegara bulan Agustus 2015 yang hanya 6,15
juta jiwa. Melihat kondisi ini, target 10 juta wisatawan mancanegara tahun ini
dan 12 juta wisatawan mancanegara tahun depan di proyeksi akan tercapai
ditambah lagi kebijakan bebas visa yang akan meningkatkan jumlah wisatawan
mancanegara sebesar 1 juta per tahun yang terjadi mulai dari tahun 2016. Dengan
penambahan 1 juta wisatawan mancanegara per tahun makan di pryeksi akan ada
penambahan devisa sekitar USD 1 Milyar. Dengan data tersebut dapat kita
simpulkan bahwa sektor pariwisata telah lama memainkan peran penting dalam
menopang sektor perekonomian di Indonesia maupun negera berkembang lainnya dan
bahkan di negara maju di seluruh belahan dunia. Sektor pariwisata memberikan
sumbangsih dalam bentuk penerimaan devisa, penciptaan lapangan pekerjaan,
membuka kesempatan berusaha bagi masyarakat, atau bahkan menciptakan perputaran
mata uang asing untuk masuk ke Indonesia. Apalagi Sektor pariwisata mendapatkan
kucuran dana yang selalu meningkat setiap tahunnya. Pada 2015 saja , pariwisata
mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 2,472 triliun. Sedangkan tahun
ini, pemerintah sudah menyiapkan dana hampir dua kali lipatnya, yakni Rp 5,643
triliun yang diharapkan mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Oleh sebab
itu, beberapa pakar perekonomian bahkan menyatakan bahwa sektor pariwisata
turut memberikan kontribusi ekspor di dalam perekonomian suatu negara. Meskipun
sektor pariwisata sebagai komoditi ekspor tidak dapat dilihat secara nyata,
namun peran serta sektor ini dalam perekonomian semakin dipandang penting dan
tidak dapat dipandang sebelah mata. Berbagai benefit yang ditawarkan dari
sektor pariwisata menekankan pentingnya pengembangan pariwisata secara
terencana, berkelanjutan, dan sinergis. Hal ini sangat penting karena kemajuan
suatu daerah atau negara juga tidak terlepas dari peran serta sektor
pariwisatanya.
Provinsi
Bengkulu memiliki banyak destinasi tujuan wisata strategis yang apabila
dikelola dengan baik dapat menjadi sumber potensial penerimaan devisa daerah
maupun perluasan lapangan kerja dan kesempatan berusaha bagi masyarakatnya.
Objek wisata yang terdapat di Provinsi Bengkulu sangat beragam, mulai dari
wisata alam, wisata budaya, wisata sejarah, wisata agro, hiburan, kesenian,
kesehatan, dan lain sebagainya. Potensi yang dimiliki dari sektor pariwisata
ini tersebar di sembilan kabupaten dan 1 satu kota di Provinsi Bengkulu, yaitu
Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Bengkulu Selatan, Kabupaten Bengkulu
Tengah, Kabupaten Kepahiang, Kabupaten Lebong, Kabupaten Rejang Lebong,
Kabupaten Seluma, Kabupaten Kaur, Kabupaten Muko-muko, dan Kota Bengkulu. Dari
beberapa tempat objek wisata yang berada di Provinsi Bengkulu, ada satu danau yang berada di kota bengkulu untuk dibahas,
yaitu danau dendam tak sudah. Danau dengan luas keseluruhan 557 dan luas
permukaan 67 hektare
ini berlokasi di Kelurahan Dusun Besar, Kecamatan Singaran Pati, Kota Bengkulu
berada di pinggir jalan lintas Curup dan
Sumatera Selatan yang sibuk. Secara geografis danau dendam tak sudah memiliki
kontur rawa yang di kelilingi bukit kecil dan hamparan sawah yang luas.
Danau
dendam tak sudah menjadi tempat melihat matahari terbit terbaik di kota Bengkulu
dengan suasana yang sejuk melalui pantulan sinar matahari di air danau serta
dengan banyaknya flora andemik seperti anggrek pensil, anggrek matahari, dan
bunga bakung serta fauna seperti lutung, dan kera ekor panjang. Danau dendam
tak sudah sekarang pemanfaatannya oleh masyarakat masih sangat kurang maksimal,
masyarakat hanya menggunakan airnya untuk mengari sawah di dekatnya, tempat
memancing, dan untuk duduk tapi sebenarnya pemanfaatan danau dendam bisa lebih
dari itu contohnya saja dengan luas
keseluruhan 557 hektare pemerintah beserta investor bisa membuat restaurant,
wisata air, dan villa yang membuat wisatawan domestik maupun mancanegara
menjadikan Bengkulu sebagai destinasi wisata selanjutnya. Sebuah karunia yang telah diberikan untuk
Bengkulu patutkah hanya ditelantarkan?
Fasilitas
dan infrastruktur di wilayah ini masih jauh dari kata maju. Infrastruktur jalan
yang kurang baik, jalan berlubang dan
lebar jalan yang tidak lebih dari 20 Meter dengan sering lalu lalangnya kendaraan
besar. Setiap pagi pada hari kerja, jalan di danau dendam tak sudah macet,
ditambah lagi dengan Kurangnya penerangan jalan membuat jalan di dekat danau
sepi akan pengunjung di malam hari, sehingga kerap terjadi tindak kejahatan.
Pemerintah nampaknya kurang serius untuk mencoba mengenali dan menggali potensi-potensi yang
ada di Bengkulu terutama danau dendam tak sudah. Lingkungan danau dendam tak
sudah sekarang telah tercemar dengan banyaknya masyarakat yang tidak
bertanggunga jawab dengan membuang sampah sembarangan bahkan pedagang sekitar
danau juga kerap terlihat membuang sampah kelapa dan jagung sembarangan.
Kondisi infrastruktur yang baik merupakan sebuah kunci dari kemajuan pariwisata
disuatu tempat. Selain infrastrukur, hal lain yang menunjang tumbuhnya
pariwisata adalah resort atau tempat penginapan di daerah danau dendam tak
sudah. Dengan lingkungan sekitar yang masih asri dan jalan yang sering
digunakan sebagai jalan lintas, daerah danau sangat strategis untuk dibuatnya
penginapan senyaman mungkin agar para wisata
atau pun masyrakat yang hanya sekedar
mampir untuk beristirahat betah untuk berlama-lama tinggal karena lama tinggal
dari wisatawan menentukan besarnya biaya hidup yang digunakan untuk berwisata
ditempat tersebut. Tidak dapat dipungkiri memang pariwisata memang telah
menjadi industri yang telah mendunia. Bukan hanya tugas pemerintah, melainkan
tugas semua masyarakat Bengkulu untuk sama-sama untuk melestarikan dan
menciptakan objek wisata tersebut menjadi wisata yang menjadi kebanggaan
Indonesia terutama masyarakat Bengkulu. Kondisi Secara tidak langsung dengan
menjaga kelestarian dan menigkatkan wisata Bengkulu, sektor ekonomi masyarakat Bengkulu dapat meningkat.
Dalam
usaha mengembangkan sektor pariwisata Danau dendam tak sudah juga sangat
diperlukan program yang terarah dan tepat dalam rangka meningkatkan jumlah
kedatangan wisatawan domestik maupun mancanegara. Hal tersebut dapat dilakukan
dengan meningkatkan kegiatan pemasaran dan perbaikan dari berbagai fasilitas
yang diperlukan wisatawan seperti pelayanan imigrasi, fasilitas angkutan, perbankan,
akomodasi, restoran, biro perjalanan, dan sebagainya. Namun demikian, dalam
rangka menerapkan kegiatan pemasaran yang tepat dan terpadu maka diperlukan
perencanaan yang sesuai berdasarkan informasi kuantitatif maupun kualitatif
tentang wisatawan pada masa-masa sebelumnya. Tanpa dukungan tersedianya data
pada masa lalu akan menyulitkan dalam membuat rencana yang tepat dan terarah.
Sebagai
penutup saya berharap dengan melihat potensi yang dimiliki Provinsi Bengkulu
tersebut, dapat meningkatkan keoptimisan
bagi kita semua untuk bisa meningkatkan eksistensi Provinsi Bengkulu melalui
potensi yang dimiliki dan tentu saja hal ini membutuhkan kerja sama dan
dukungan yang kuat dari semua elemen di Provinsi Bengkulu, bukan hanya pemerintah melainkan masyarakat, pelaku usaha, serta semua
generasi muda dapat mengambil peran masing-masing dalam memajukan pariwisata
yang berada di Provinsi Bengkulu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar